Ditemukan sebuah goa di Desa Tegallinggah yang konon dulunya digunakan sebagai tempat persembunyian. Goa tersebut dikatakan terhubung dengan goa yang ada di Desa Gobleg. Namun, kebenaran informasi ini belum teruji. Untuk menguji kebenarannya, salah satu warga bersama seekor anjing pelacak mencoba memasuki goa tersebut dari Desa Gobleg. Setelah 100 meter dari awal masuk goa, ditemukan dua buah jalur yakni satu jalur ke arah kiri dan satu jalur ke bawah. Diyakini bahwa jalur yang mengarah ke bawah adalah jalan yang tembus ke goa di Desa Tegallinggah. Jalur ini pun dicoba dengan anjing pelacak, tetapi setelah menunggu beberapa jam, anjing tersebut tidak kembali. Sejak saat itu, tidak ada lagi yang berani memasuki goa tersebut. Dengan demikian, kebenaran mengenai hubungan antara goa di Desa Gobleg dan goa di Desa Tegallinggah hingga saat ini belum terbukti. Di samping penyelidikan tersebut, konon terdapat sesosok raksasa di dalam goa, sebab masyarakat merasa bahwa goa memancarkan hawa atau suasana yang berbeda. Namun, beberapa pernyataan menyebutkan bahwa cerita mengenai raksasa tersebut hanyalah mitos yang digunakan untuk menakut-nakuti anak-anak agar tidak mendekat ke area goa, karena dianggap berbahaya. Desa Anturan merupakan bagian dari wilayah Pandan Banten (Desa Selat) yang disebut Banjar Asatan. Dan, tempat ini merupakan peristirahatan (bebaturan) bagi para rombongan kerajaan sebelum sampai di Puri Buleleng. Karena sebagai tempat Persinggahan tentunya lama kelamaan banyak orang yang mulai menetap di wilayah ini terutama pedagang (pengalu) untuk berjualan kepada para rombongan kerajaan yang singgah disana.
💬 Komentar Pengunjung