Ritual Megepokan Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Buleleng, memiliki ritual unik yang disebut Magepokan, yakni ritual perang-perangan sebagai bentuk ungkapan syukur atas hasil pertanian yang melimpah. Ritual ini dilaksanakan setiap tahun pada malam Purnama Sasih Kelima di Pura Puseh Duur. Magepokan melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok truna (pemuda) dan kelompok krama desa (orang dewasa), yang saling bertempur menggunakan tumbak dan buahbuahan hasil kebun. Tradisi ini merupakan simbol dari perjuangan petani melawan hama yang mengancam hasil pertanian mereka, dengan buah-buahan dan daun yang digunakan sebagai sarana yang melambangkan kesuburan. Setelah pertempuran, juru tegen menari dengan membawa hasil panen, diiringi oleh Tari Gandrung yang dipentaskan oleh para penari yang mengenakan hiasan kepala dari janur. Magepokan tidak hanya sebagai simbol terimakasih atas hasil pertanian, tetapi juga sebagai bentuk penolak bala, menjaga hasil tanaman dari ancaman hama. Prosesi ini diakhiri dengan Tarian Gandrung yang penuh makna, menambah esensi ritual, serta menciptakan suasana harmonis dan semarak di kalangan masyarakat Desa Sembiran.
💬 Komentar Pengunjung